Beranda Inspirasi Kisah Kecerdasan Seorang Hakim

Kisah Kecerdasan Seorang Hakim

Seorang pedagang menyewa unta dari seorang pemilik unta untuk mengangkut barang dagangannya yang berharga tinggi seperti sutera. Ia membelinya di kota Aleppo, Suriah (dulu Syam) dan akan menjualnya ke Istanbul, Turki. Kedua orang tersebut sepakat dengan harga tertentu, maka berangkatlah si pedagang bersama rombongan melewati jalur pintas yang aman.

Beberapa hari kemudian, si pedagang sutera jatuh sakit sehingga memaksanya tertinggal dari rombongan. Dengan berjalan pelan-pelan, ia menuju desa terdekat untuk beristirahat sampai sembuh. Ia kemudian menitipkan barang-barangnya kepada pemilik unta serta mengizinkannya untuk mengikuti rombongan melewati jalan yang menguntungkan dan menunggunya di Istanbul sampai ia menyusul.

Sesaat sebelum tiba di Istanbul, syaithan menggodanya untuk tidak menepati janjinya, berkhianat atas apa yang pedagang titipkan. Sang pemilik unta pun tergoda, ia menjual barang-barang pedagang dengan harga murah, bahkan mengganti nama serta pakaiannya. Ia mengaku sebagai pedagang untuk menipu orang-orang dan juga supaya pedagang tidak menemukannya.

Ketika si pedagang tiba di kota tersebut, ia mencari orang itu namun tidak mendapatkan informasi yang cukup. Maka ia berinisiatif untuk mulai berkeliling, sampai akhirnya bertemu pemilik unta tanpa disengaja. Ia melihat pemilik unta menyamar dengan pakaian seperti para pedagang, langsung saja ia menggenggam kerah pemilik unta, berteriak dan meminta tolong, hingga datang kepada mereka polisi, lalu membawanya kepada hakim.

Di depan hakim, pedagang bercerita apa yang terjadi, namun si pemilik unta mengingkarinya dan menuduh bahwa si pedagang telah memfintah dan berbohong, hanya ingin mengambil barang-barang darinya. Pedagang pun tak memiliki bukti yang cukup. Untuk mengetahui kebenarannya, maka sang hakim berencana untuk meneliti masalah ini dengan cerdik dan bijak.

Hakim menyuruh kedua orang ini untuk meninggalkan tempatnya, namun belum jauh melangkah, ia berkata: “Wahai pemilik unta”. Maka orang yang berkhianat dan menyamar itu menoleh dan berkata “Ya tuan?”. Akhirnya ditemukanlah siapa sebenarnya yang berbohong, lalu hakim memintanya untuk mengembalikan barang milik pedagang. Selain itu, tuan unta tersebut mendapatkan hukuman berat, balasan atas pengkhianatan dan kejahatan yang ia lakukan.

Afif Pratama
Pemerhati Dunia Islam & Politik Internasional Tertarik pada dunia politik, peradaban, kemanusiaan | Praktisi Desain Grafis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Disrupsi dan Tantangan Milenial

Tantangan terberat anak-anak milenial kedepan selain degradasi moral yang semakin menjadi-jadi, adalah soal disrupsi hasil revolusi industri 4.0. Ini berkaitan dengan pekerjaan untuk memenuhi hajat...

Heboh Anak Anjing Ini Mirip Dengan Unicorn

Mungkin anda sering mendengar nama unicorn bahkan pernah menyaksikannya dalam film kartun. Hewan unicorn adalah hewan berjenis kuda yang berasal dari mitodologi...

10 Fakta Perokok Yang Tidak Kamu Sadari, Asli Bikin Ngakak

Menurut data dari databox, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbesar di Asia Tenggara, dengan total 65.19 Juta perokok aktif, kita-kira 34%...

Ledakan Septic Tank, Petugas Sedot WC Tewas, Kenapa Bisa Meledak?

Heboh kejadian terkini di Jakarta Timur, seseorang dikabarkan meninggal dunia karena ledakan septic tank. Dilansir kompas.com, korban adalah seorang petugas sedot WC yang merupakan...

Mau Poligami? Ini Fakta Poligami Nabi, Jangan Kamu Maunya Enaknya Aja

Mau poligami? Poligami hukumnya boleh, nabi semasa hidupnya pernah melakukan poligami, dan apapun yang pernah dilakukan nabi itu merupakan sebuah sunnah.