jam tangan tertua di dunia

Dialog antara orang tua dan anak tentang nilai sebuah jam tangan tua warisan ini, akan mempengaruhi dimana sebaiknya anda berada, bekerja seperti seharusnya.

Seorang Ayah memangil anaknya dan berencana memberikan dia sebuah barang warisan turun temurun keluarga.

Seorang ayah itu memanggil anakknya…

“Hai anakku, Ayah punya sesuatu untuk nanti ayah wariskan kepadamu.

Ayah tersebut kemudian mengeluarkan kotak usang dari dalam kantongnya.

“Ini hanyalah sebuah jam tangan tua, warisan dari kakek buyutmu, usianya sudah lebih dari seratus tahun. Tapi sebelum kamu mengambilnya, ayah minta kamu untuk mengeceknya harganya di toko jam tangan.” kata ayah

Dengan perasaan bingung dan penasaran anak tersebut membawakan toko jam tangan tua tersebut ke toko jam tangan terkenal di kota tersebut.

Selang berapa menit kemudian anak tersebut kembali ke ayahnya sambil berkata.

“Yah kata orang toko jam tangan, harga jam ini masih bisa dihargai Rp.50.000, sebab warna usang dan usianya sudah tua.

Terlihat senyum di wajah sang ayah sambil berkata,

“Nak, coba deh di bawa jam tangan tua ini ke pak Amin, yang kolektor barang antik, tanyakan jam tangan ini bisa dapat berapa jika dijual?

Beberapa jam kemudian anak itu kembali sambil teriak kegembiraan…

“Kenapa kamu sepertinya kelihatan bergembira sekali?” kata si ayah

“Pak Amin menghargai jam tangan ini dengan harga yang sangat tinggi, dia berani mengambil jam tangan ini dengan harga Rp 5.000.000 asalkan saya mau menjualnya sekarang”.

Tidak ada rona kaget di wajah sang ayah sambi menunjuk museum yang lokasinya tepat di depan rumah. sambil berkata :

“Nak sebelum kau melepasnya ke pak Amin, coba deh mampir dulu ke museum itu dan tawarkan ke mereka apakah berkenan membeli jam tangan ini”.

Si anakpun pergi ke museum tersebut dan kembali dengan wajah yang datar dan penuh tanda tanya.

“Kenapa sepertinya kamu kebingungan? tidak gembira seperti tadi?

“Saya kaget saja yah, museum itu mau membayar jam tangan tersebut dengan harga Rp. 500.000.000 dan melarang saya untuk menjualnya ke tempat lain.

Ayah tersebut memegang bahu anakknya sambil berkata :

“Nak, ayah sedang mengajarkan pelajaran hidup yang penting buat kamu kedepannya, bahwa kamu akan mendapatkan nilai yang tepat jika di tempatkan di tempat yang benar”

“Kamu akan di hargai lebih tinggi jika kamu bekerja di tempat yang semestinya sesuai dengan kemampuanmu”.

“Oleh sebab itu, jangan sekali-kali kamu berada pada tempat yang salah, bekerja pada lingkungan yang tidak semestinya, sebab mereka tidak akan menghargai dirimu, hasil kerjamu”.

“Bekerjalah di tempat yang tepat, karena mereka pasti tau cara menilaimu, cara menghargaimu. karena mereka tau harga dan nilainya. maka sekali lagi jangan sampai kamu berada di tempat yang salah”.

Orang yang tau akan nilai suatu benda pasti akan tau cara memperlakukannya. begitupun dengan hidup.

Semoga bermanfaat, silahkan share untuk menebar inspirasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here