Beranda Tips Disrupsi dan Tantangan Milenial

Disrupsi dan Tantangan Milenial

Tantangan terberat anak-anak milenial kedepan selain degradasi moral yang semakin menjadi-jadi, adalah soal disrupsi hasil revolusi industri 4.0. Ini berkaitan dengan pekerjaan untuk memenuhi hajat hidup, bahkan lebih jauh mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara. Mengapa disrupsi menjadi masalah? menurut survei CSIS pada tahun 2017, ternyata hal yang paling dianggap menjadi kesulitan bagi anak milenial adalah soal kurangnya lapangan kerja, berbeda dengan generasi ‘kolonial’ yang menganggap harga sembako sebagai masalah tersulit saat ini.

Menurut KBBI, disrupsi artinya hal tercabut dari akarnya. Mengutip Guru Besar FEB UI, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., menyatakan bahwa disrupsi sejatinya bukan hanya mengubah “cara” berbisnis, melainkan juga mencakup hal yang fundamental dari bisnis.

Sebagai contoh, bisnis akomodasi seperti Airy Rooms, Nida, Reddoorz, hingga Air BnB. Dulu orang harus punya propertinya untuk disewakan, sedangkan kini tidak perlu lagi. Airy rooms dkk tidak memiliki kamar yang mereka ‘jual’ untuk orang menginap, akan tapi kamar-kamar itu milik hotel yang sudah ada, penginapan atau bahkan rumah pribadi.

Sederhananya, disrupsi dapat menghasilkan jumlah pekerja yang lebih sedikit. Fenomena ini semakin terasa di era 2000an dimana terjadi PHK besar-besaran dari banyak perusahaan karena cara kerja pabrik tak seperti dulu yang konvensional. Digitalisasi merubah segalanya. Internet of Thing, Big Data, dan Artificial Intelligence merupakan kemajuan teknologi yang kalau tidak dapat disikapi dengan cerdas dan bijak, dikhawatirkan malah menjadi momok bagi manusia, pencipta itu sendiri.

Milenial harus punya cara kreatif untuk mengatasi hal ini. Hari gini sudah selayaknya mengubah fikiran bahwa jadi PNS adalah segalanya dan satu-satunya jalan untuk hidup makmur. Lapangan kerja banyak tercipta dari wirausaha, dan ini sesuai dengan karakter milenial yang ingin punya sesuatu – yang mungkin di sisi lain memiliki profit – tapi punya dampak sosial, bermanfaat untuk orang banyak. Banyak contoh ini, salah satunya, kitabisa.com , sebuah start-up crowdfunding yang banyak membantu orang, menghubungkan orang baik untuk membantu orang lain yang sedang membutuhkan. Milenial tidak egois, mereka selalu berfikir agar dirinya menjadi impactful untuk orang-orang dan lingkungan disekitarnya, entah itu dari bisnisnya, pekerjaannya, atau keterlibatannya dalam organisasi / komunitas.

Disrupsi bisa menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan untuk keuntungan dan kemaslahatan jika para milenial cerdas dan bijak menghadapinya. Digital Native yang menjadi ciri kuat milenial seharusnya menjadi modal yang besar untuk menghadapi era disrupsi ini. Hidup milenial yang hanya bermodalkan ijazah saja akan tergerus zaman. Milenial yang memiliki lifeskill seperti kemampuan bekerja sama tim, berkomunikasi, dll, akan mampu beradaptasi dan menjadikan tantangan disrupsi menjadi peluang keuntungan dan kebaikan.

Afif Pratama
Pemerhati Dunia Islam & Politik Internasional Tertarik pada dunia politik, peradaban, kemanusiaan | Praktisi Desain Grafis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Disrupsi dan Tantangan Milenial

Tantangan terberat anak-anak milenial kedepan selain degradasi moral yang semakin menjadi-jadi, adalah soal disrupsi hasil revolusi industri 4.0. Ini berkaitan dengan pekerjaan untuk memenuhi hajat...

Heboh Anak Anjing Ini Mirip Dengan Unicorn

Mungkin anda sering mendengar nama unicorn bahkan pernah menyaksikannya dalam film kartun. Hewan unicorn adalah hewan berjenis kuda yang berasal dari mitodologi...

10 Fakta Perokok Yang Tidak Kamu Sadari, Asli Bikin Ngakak

Menurut data dari databox, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbesar di Asia Tenggara, dengan total 65.19 Juta perokok aktif, kita-kira 34%...

Ledakan Septic Tank, Petugas Sedot WC Tewas, Kenapa Bisa Meledak?

Heboh kejadian terkini di Jakarta Timur, seseorang dikabarkan meninggal dunia karena ledakan septic tank. Dilansir kompas.com, korban adalah seorang petugas sedot WC yang merupakan...

Mau Poligami? Ini Fakta Poligami Nabi, Jangan Kamu Maunya Enaknya Aja

Mau poligami? Poligami hukumnya boleh, nabi semasa hidupnya pernah melakukan poligami, dan apapun yang pernah dilakukan nabi itu merupakan sebuah sunnah.